Netizen Heboh, Ada Konten Dewasa Dalam Stiker WhatsApp Terbaru

Netizen Heboh, Ada Konten Dewasa Dalam Stiker WhatsApp Terbaru

recode.ID Netizen tanah air kembali di buat heboh oleh kemunculan stiker WhatsApp terbaru yang di sinyalir bermuatan konten yang hanya layak di konsumsi oleh orang dewasa.

Konten dewasa yang di maksud adalah sebuah stiker whatsapp terbaru berupa animasi bergerak atau yang lebih di kenal istilah GIF yang terdapat pada fitur chat di Aplikasi WhatsApp.

Bacaan Lainnya

Sejatinya stiker atau animasi bergerak yang terdapat dalam layanan pesan instant tersebut adalah untuk memberikan warna tersndiri dalam berkirim pesan via WhatsApp supaya semakin menarik dan lebih menyenangkan.

Baca Juga :  Tik Tok Di Blokir Kemkominfo, Ternyata Ini Alasannya

Temuan konten yang bermuatan dewasa dalam stiker whatsapp terbaru tersebut sontak membuat warganet tanah air resah dengan kemunculan stiker GIF tersebut.

Dari pantauan redaksi recode.ID, bahkan ada beberapa netizen yang langsung bereaksi dengan me-mention pihak Kominfo melalui Twitter untuk segera melakukan penyelidikan terkait adanya konten dewasa dalam platform instant mesengger tersebut.

Menanggapi keluhan masyarakat terkait temuan konten dewasa dalam stiker WhatsApp terbaru tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara langsung merespon dengan segera menghubungi pihak Facebook selaku pemilik WhatsApp untuk segera menghapus konten tersebut.

“Sedang diurus dan diproses oleh teman-teman. Kami komunikasi juga dengan Facebook (WhatsApp),” jelas pria yang biasa di sapa Chief RA seperti di kutip dari laman Liputan6, Minggu (5/11/2017).

Sejumlah netizen juga beramai-ramai mengajak para pengguna WhatsApp di tanah air untuk memberikan rating bintang satu terhadap aplikasi tersebut di Playstore maupun AppStore sebagai bentuk protes atas munculnya stiker whatsapp terbaru yang tidak layak untuk di akses oleh anak-anak di bawah umur.

Sementara itu pihak Facebook sendiri selaku perusahaan yang menaungi platform berkirim pesan instan yang satu ini belum memberikan keterangan resmi terkait aduan sejumlah penggunanya terutama dari Indonesia.

(andra/rcd)

Pos terkait