Peretas Server Nintendo ditangkap FBI, Baru Berusia 21 Tahun

Peretas Server Nintendo ditangkap FBI, Baru Berusia 21 Tahun

recode.ID – Pemerintah Amerika Serikat melalui Federal Bureau of Investigation (FBI) mengamankan seorang pemuda berusia 21 tahun bernama Ryan Hernandez karena di diduga sebagai peretas server Nintendo.

Melansir dari laman The Verge, Minggu (2/2/2020),  Hernandez diamankan petugas FBI di California, Amerika Serikat dan mengakui semua perbuatannya.

Muat Lebih

Ia ditangkap setelah diketahui mencuri informasi rahasia dari server Nintendo. Ia juga membocorkan keberadaan Nintendo Switch selama berbulan-bulan sebelum perangkat itu diluncurkan

Hernandez diketahui pertama kali membobol server Nintendo pada tahun 2016 silam. Saat itu aksinya sudah diketahui oleh pihak berwenang dan perusahaan.

Baca Juga :  Pasca Aksi Walk Out Saat Pidato Anies Baswedan, Official Site Ananda Sukarlan Di Retas

Hernandez pun di minta untuk tidak melanjutkan aksinya meretas server nintendo. Akan tetapi pada medio Juni 2018 hingga Juni 2019, Hernandez terus mengakses server Nintendo secara ilegal.

Ia bahkan membobol beberapa server untuk mencuri lebih banyak informasi tentang video game, konsol game dan alat developer.

Bahkan, peretas server Nintendo itu justru makin berulah dan menyombongkan pencapaiannya itu lewat akun media sosial Twitter, Discord dan forum internet yang ia namai dengan “Ryan’s Underground Hangout”.

Lewat beberapa forum tersebut, ia kerap show off dan membagikan semua informasi tentang berbagai produk Nintendo dan kerentanan di jaringan yang ada diserver mereka.

Merasa jengah, pihak perusahaan pun mngambil tindakan tegas dengan menangkap pemuda tersebut melalui laporan yang di ajukan ke pihak FBI.

Baca Juga :  Ada Ada Saja, Alat Bantu Permainan Dewasa Ini Bisa Di Retas Dan Di kendalikan Dari Jarak Jauh

FBI akhirnya menggerebek kediaman Hernandez pada Juni 2019 lalu dan menemukan ribuan data rahasia milik Nintendo. Hernandez pun diharuskan membayar USD 259.323 kepada Nintendo dan terancam hukuman penjara hingga lima tahun.

Parahnya, dalam penangkapan tersebut juga terungkap jika kasus ini bukan satu-satunya bakal dihadapi Hernandez.

Selain sebagai peretas server Nintendo, Hernandez juga didakwa atas kepemilikan konten pornografi anak dan terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara.

Sekedar informasi, dalam aksinya meretas server milik Nintendo Hernandez menggunakan teknik phishing untuk mengambil alih akun dan informasi kredensial milik seorang pegawai Nintendo.

Selanjutnya, ia menggunakan akses yang ia dapat tersebut untuk masuk ke dalam jaringan server milik Nintendo dan mencuri informasi rahasia didalamnya.

Baca Juga :  Terungkap, Ini Alat Yang Digunakan Oleh Hacker Untuk Meretas Drone

(ikhsan)

Pos terkait