Serangan BlueFrag Incar Pengguna Aplikasi PeduliLindungi

  • Whatsapp
Serangan BlueFrag Incar Pengguna Aplikasi PeduliLindungi

recode.ID – Meski aplikasi PeduliLindungi di klaim oleh Kemkominfo aman dari ancaman malware, namun penggunaan bluetooth yang terus aktif pada perangkat justru bisa menimbulkan masalah baru, yakni ancaman serangan BlueFrag.

Seperti diketahui, aplikasi PeduliLindungi ini bekerja dengan memanfaatkan koneksi bluetooth untuk bisa berkoneksi dengan perangkat di sekitar.

Bacaan Lainnya

Ketika perangkat kita mendeteksi ada pengguna lain dalam jangkauan yang terindikasi memiliki riwayat covid-19, maka ponsel akan segera memberikan warning.

Namun, inilah yang jadi sumber masalah berikutnya, koneksi bluetooth perangkat pengguna yang terus aktif dinilai justru berpotensi membuat pengguna menjadi korban serangan malware yang masuk lewat koneksi bluetooth yang terbuka tersebut.

Seperti di lansir dari laman Telset, hal ini disampaikan oleh pengamat kemanan cyber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya.

Dalam pernyataanya dia mengatakan bahwa sebuah perangkat smartphone akan sangat beresiko disusupi malware ketika posisi Bluetooth selalu dalam keadaan aktif.

Hal ini dikarenakan, keamanan pada fitur Bluetooth masing-masing ponsel berbeda-beda, tergantung seberapa sering pengguna memperbarui perangkat lunak di ponsel yang mereka gunakan.

“Jadi jika perangkat Bluetooth memiliki celah keamanan dan tidak ditutupi dengan baik oleh pemilik perangkat, maka hal ini jelas menambah resiko eksploitasi celah keamanan,” ujar Alfons.

Dikenal Dengan Nama BlueFrag

Serangan malware terhadap terhadap suatu perangkat dengan memanfaatkan koneksi Bluetooth, dalam istilah keamanan cyber disebut dengan BlueFrag.

Serangan ini bisa terjadi ketika peretas berhasil mengidentifikasi Mac Address perangkat Bluetooth pengguna.

“BlueFrag dimana jika perangkat yang mengaktifkan koneksi Bluetooth berhasil di identifikasi Mac Address-nya oleh penyerang dalam jangkauan Bluetooth maka dengan mudah perangkat itu bisa di kirimi malware oleh perangkat penyerang,” jelas Alfons lebih lanjut.

Alfons juga menambahkan, secara umum kemanan dari Aplikasi Peduli Lindungi ini memang aman dari ancaman malware karena belum di temukannya celah untuk dieksploitasi.

Namun, menurut Dosen Universitas Prasetiya Mulya tersebut yang rentan justru adalah perangkat yang di gunakan untuk menginstall aplikasi tersebut karena bluetooth yang selalu dalam kondisi aktif.

“Aplikasinya sendiri sudah cukup aman dari serangan malware. Penggunanya yang jika menggunakan dan harus mengaktifkan Bluetooth menjadi rentan terhadap serangan malware,” tukas Alfons.

Segera Update OS

Karena itu, untuk mengantisipasi serangan seperti ini, Alfons menyarankan kepada semua pengguna smartphone yang memasang aplikasi ini untuk segera mempernaharui perangkat lunak atau OS yang digunakan.

Umumnya, jika ada update terbaru akan muncul notifikasi di perangkat pengguna mengenai pembaharuan OS.

Namun untuk memastikannya, pengguna Android bisa mengecek apakah OS mereka sudah merupakan versi terbaru atau belum dengan cara:

  • Pastikan perangkat anda terkoneksi dengan internet
  • Kemudian, buka menu pengaturan
  • Selanjutnya pilih menu Perbarui Perangkat Lunak
  • Nantinya ada informasi mengenai pembaruan terakhir OS yang di gunakan
  • Klik Unduh Pembaruan Secara Manual, jika perangkat sudah menggunakan versi terbaru maka akan muncul pemberitahunnya. Jika belum update, maka sistem secara otomatis akan melakukan update.

Dengan melakukan update secara berkala ketika ada notifikasi pembaruan, maka serangan semacam ini bisa dihindari.

“Jadi ada peringatan kalau perangkat belum menggunakan update terakhir atau piranti lunaknya mengandung celah keamanan dan sebaiknya melakukan update,” ujar Alfons.

“kalau ada celah keamanan seperti BlueFrag, maka Google akan segera mengeluarkan tambalan yang akan otomatis di download oleh perangkat,” tutup Alfons.

Karena itu, sekali lagi untuk anda yang menginstall aplikasi PeduliLindingi, pastikan bahwa sistem operasi atau perangkat lunak yang anda gunakan sudah di update dan menggunakan versi terbaru.

(ikhsan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.