oleh

Di Jual Rp 17 Milliar, Laptop Ini Justru Berisi 6 Jenis Virus Berbahaya

recode.ID – Berapa sih harga wajar dari sebuah perangkat komputer jinjing atau laptop ? Mungkin sebagian dari anda akan menebak di kisaran harga puluhan juta hingga ratusan juta Rupiah.

Tebakan anda memang tak salah, akan tetapi tahukah anda ternyata masih ada satu lagi laptop yang di jual dengan harga yang cukup fantantis hingga mencapai Rp 17 Milliar.

Di Sponsori Oleh:

Kendati dibanderol dengan harga selangit, namun laptop seri N10-14GB dari pabrikan Samsung dengan ukuran 10,2 inci tersebut tak jauh beda dan nampak hanya seperti laptop pada umumnya.

Tapi jangan salah, meski terlihat biasa saja (selain harganya yang fantastis) ternyata nilai jual laptop ini terletak pada isi atau software yang terdapat dalam laptop tersebut.

Melansir dari laman The Verge, laptop yang mungkin akan jadi laptop termahal didunia ini sudah berisi 6 jenis virus yang cukup berbahaya.

Ide nyeleneh memasukan 6 virus berbahaya dalam satu perangkat laptop ini, ternyata merupakan karya seni dari artis internet Guo O Dong bekerja sama dengan DeepInstinct, sebuah firma kemanan siber asal New York, AS yang menamakan kaya seni mereka ini dengan nama  The Persistence of Chaos.

Menurut Guo, dirinya ingin memperlihatkan potret abstrak bahaya dunia digital yang diimplementasikan dalam bentuk fisik.

“Virus berbahaya di laptop yang terpasang di infrastruktur (perangkat), meski abstrak, akan menyebabkan bahaya secara langsung,” jelas Guo, seperti dikutip dari laman The Verge.

Keenam jenis virus yang ditanam oleh Guo kedalam laptop tersebut merupakan virus keluaran satu dekade terakhir dan bukanlah jenis malware atau virus sembarangan.

Jenis virus komputer yang Guo masukan tersebut merupakan jenis virus paling berbahaya yang pernah ada dan telah menimbulkan kerugian senilai 95 miliar dollar AS (Rp 1.366 triliun) sepanjang kiprah mereka.

“Kita punya khayalan bahwa hal-hal yang terjadi di komputer tidak akan berefek ke kita, tapi ini absurd. Virus senjata cyber yang menyerang pembangkit listrik atau infrastruktur publik bisa menimbulkan kerugian secara langsung,” ungkap Guo lebih lanjut mengenai kaya seni laptopnya tersebut.

Laptop The Persistence of Chaos tersebut kini tengah dilelang secara online lewat sebuah situs yang bernama sama dengan laptop tersebut, https://thepersistenceofchaos.com/.

Harga yang ditawarkan dibuka mulai 1,2 juta dollar AS atau lebih dari Rp 17 miliar,  termasuk unit laptop dan keenam virus di dalamnya, kabel daya, dan script untuk restart.

Sementara itu, melansir dari laman NeoWin, keenam jenis virus yang kini bersemayam di laptop tersebut adalah:

1. ILOVEYOU. Populer di awal dekade 2000-an, virus ini menyebar via email dan file sharing. ILOVEYOU diketahui telah menginfeksi lebih dari 500.000 komputer dan menimbulkan kerugian senilai 15 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 215 triliun

2. MyDoom.  Merupakan malware yang diduga dibuat oleh spammer e-mail asal Rusia, MyDoom adaalah salah satu worm yang penyebarannya paling cepat dan diproyeksikan menimbulkan kerugian 38 miliar dollar AS (Rp 546 triliun).

3. SoBig. Worm dan trojan ini menyebar lewat e-mail sebagai spam. SoBig mampu mengkopi file, mengirimkan diri sendiri via e-mail, serta merusak hardware dan software komputer. Terdapat ribuan PC yang terdampak dengan nilai kerugian mencapai 37 miliar dollar AS (Rp 531 triliun).

4. WannaCry. Dari sekian banyak virus, mungkin ini yang paling populer. Wannacry adalah sebuah ransomware yang menyandera komputer dan memeras uang tebusan dari korban. Lebih dari 200.000 komputer di di 150 negara terjangkit karena penyebarannya yang cepat dengan nilai kerugian total mencapai 4 miliar dollar AS (Rp 57 triliun).

5. DarkTequila.  Malware ini menyasar korban di wilayah Amerika Latin, dimana ia dibuat untuk mencuri informasi rekening bank dan data perusahaan, bahkan ketika sistem sedang offline. Kerugian yang diimbulkan ditaksir mencapai kisaran ratusan juta dollar AS.

6. BlackEnergy. Virus terakhir yang dimasukan Guo kedalam laptop The Persistence of Chaos bernama BlackEnergi dimana malware ini memakai metode injeksi rootkit, serta dibekali enkripsi, serta arsitektur modular. Malware BlackEnergy digunakan dalam serangan siber yang membuat mati listrik dalam skala besar di Ukraina pada Desember 2015 silam.

Laptop The Persistence of Chaos Sudah Laku Terjual

Update informasi terakhir, ketika mengunjungi situs lelang untuk laptop The Persistence of Chaos, situs tersebut menampilkan informasi “sold” yang berarti laptop buatan Guo O Dong tersebut sudah laku terjual.

Menurut informasi, laptop yang berisikan enam malware paling berbahaya dalam sejarah itu terjual dengan harga USD 1,345 juta (Rp 19,3 miliar).

Namun sejauh ini, belum ada informasi siapa yang rela mengeluarkan uang puluhan milliar untuk membeli sebuah perangkat laptop yang berisi malware dan virus berbahaya tersebut.

(azzahra)

Silahkan Download Aplikasi Baca Berita recodeApps Melalui Google Play Store Untuk Akses Berita Lebih Cepat Di Smartphone Android Anda.


Topik Menarik Lainnya