Italia Blokir Aplikasi TikTok, Ternyata Ini Alasannya

  • Whatsapp
Italia Blokir Aplikasi TikTok, Ternyata Ini Alasannya

recode.ID – Negara Italia dikabarkan baru saja mengeluarkan kebijakan untuk memblokir aplikasi TikTok untuk diakses pengguna di rentang usia tertentu.

Larangan menggunakan aplikasi TikTok di negara yang terkenal dengan Pizza itu menyusul setelah adanya insiden kematian pengguna berusia sekitar 10 tahun akibat mengukuti tantangan atau challange di aplikasi TikTok.

Bacaan Lainnya

Seperti yang dilaporkan oleh media La Republica, dikabarkan seorang gadis berusia kurang lebih 10 tahun meninggal di rumah sakit Palermo, Italia setelah mengikuti tantangan blackout challenge.

Baca Juga :  Siapa Bowo Alpenliebe, Bocah Laki-Laki Yang Sedang Viral Di Medsos

Sebelum dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal di RS setempat, dia ditemukan oleh adik perempuannya yang berusia 5 tahun di kamar mandi dengan ponselnya serta aplikasi TikTok yang masih menyala.

Dari keterangan orang tua korban, mereka mengaku tidak mengetahui apa-apa perihal kematian gadis kecil mereka.

Mereka baru tahu jika anak yang lebih tua meninggal setelah mengikuti blackout challenge dari anak yang berusia 5 tahun.

“kami tidak tahu dia ikut mengikuti game ini. Yang kami tahu bahwa (putri kami) bermain TikTok untuk menari, menonton video. Tidak terbayang ada dampak sekejam ini,” ungkap ayah dari gadis kecil yang meninggal itu seperti dikutip dari laman The Guardian.

Baca Juga :  Menurut CEO Reddit TikTok itu Parasit dan Alat Pengintai

Untuk proses penyeledikan lebih lanjut, saat ini ponsel milik bocah perempuan yang digunakan untuk main TikTok tersebut disita polisi.

Selanjutnya, pemerintah Italia secara resmi mengumumkan pemblokiran TikTok sementara pada pengguna dengan rentang usia tertentu.

Dalam aturan baru tersebut, pengguna TikTok minimal harus berusia 13 tahun untuk diperbolehkan menggunakan aplikasi jejaring sosial berbagi video pendek tersebut.

Baca Juga :  Setelah India, Kini Giliran Pakistan Blokir TikTok. Ini Alasannya

Otoritas Perlindungan Data Italia mengatakan, mereka akan memblokir TikTok dengan segera hingga 15 Februari, dan media sosial asal China itu harus tunduk pada aturan.

Tanggapan Pihak TikTok

Sementara itu, terkait insiden kematian anak berusia 10 tahun yang diduga karena ikut challange di TikTok, perusahaan asal Tiongkok tersebut menyatakan pihaknya tidak bisa mengidentifikasi konten mana yang membuat gadis tersebut mengikuti blackout challenge.

Baca Juga :  TikTok Sumbang Rp 100M Untuk Bantu Atasi Covid-19

Namun, pihak TikTok berjanji membantu penyelidikan oleh pihak berwenang atas kasus dugaan “konten yang memicu bunuh diri”.

“Keamanan komunitas TikTok adalah prioritas mutlak kami, untuk kejadian ini kami tidak mengizinkan konten apa pun yang mendorong, mempromosikan, atau mengglorifikasi perilaku berbahaya,” kata juru bicara TikTok.

Tantangan Berbahaya yang Viral di TikTok

Berkaca dari peristiwa kematian yang menimpa pengguna anak-anak di Italia tersebut, sebagai orang dewasa baik orangtua, kakak atau siapapun yang memiliki kerabat atau keluarga dibawah umur yang menggunakan aplikasi TikTok untuk lebih memperketat pengawasanya.

Sekedar informasi, tantangan blackout challenge yang viral di kalangan anak-anak dan remaja ini sangat berbahaya dan bisa mengancaman nyawa.

Baca Juga :  Waspada, Hacker Bisa Ambil Alih Akun TikTok Lewat Celah Ini

Dimana dalam tantangan tersebut, pengguna TikTok ditantang mencekik diri sendiri sampai mereka pingsan dengan harapan mereka bangun beberapa detik kemudian.

Para pakar medis mengingatkan tentang bahaya sejumlah tantangan TikTok yang viral di kalangan anak muda ini.

Tantangan itu biasa disebut “scarfing” atau “choking game”  sangat berbahaya dan bisa berujung kematian karena bisa membatasi aliran oksigen ke otak.

Pos terkait